Pohon Akasia, Inilah Manfaat serta Cara Budidayanya

Pohon akasia merupakan tumbuhan pohon dari jenis semak-semak. Pohon yang berasal dari Afrika ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1773 sebagai tanaman penghijauan. Identifikasi tersebut dilakukan oleh Carl Linnaeus, seorang ahli botani asal Swedia.

Di Indonesia, akasia adalah nama umum yang dikenal. Sementara di berbagai daerah, pohon ini biasa disebut dengan istilah yang berbeda-beda. Misalnya disebut tongke hutan oleh masyarakat Seram, nak oleh masyarakat Maluku, laj oleh masyarakat Aru dan jerri oleh masyarakat Irian Jaya.

Untuk belajar lebih banyak mengenai pohon akasia, mari kita belajar tentang pohon ini. Pembahasan berikut ini akan menerangkan tentang taksonomi, morfologi, sebaran, manfaat dan kegunaan hingga budidaya akasia. Juga tidak ketinggalan pembahasan tentang hama yang bisa menyerang dan cara mengatasinya.

Taksonomi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Fabales
Famili Fabaceae
Subfamili Mimosoideae
Bangsa Acacieae
Genus Acacia
Spesies A. Mangium

Morfologi

Morfologi Pohon Akasia
Sumber gambar : pixabay.com

Pohon akasia atau Acacia mangium merupakan pohon besar berbunga yang mampu tumbuh hingga mencapai ketinggian 30 meter. Pohon ini mempunyai batang bebas bercabang lurus yang bisa mencapai panjang hingga setengah dari total tinggi pohon. Saat muda, kulit batangnya mulus dan berwarna kehijauan.

Setelah berumur 2-3 tahun, pohon ini akan menampakkan celah-celah pada kulitnya. Sedangkan pada pohon yang lebih tua, kulit batangnya bertekstur kasar, keras dan memiliki celah dekat pangkal. Warna kulit pohon yang berusia tua akan berubah menjadi cokelat atau cokelat tua.

Anakan pohon akasia yang masih berupa kecambah memiliki daun bertentuk daun majemuk yang terdiri dari banyak anak daun. Setelah beberapa minggu, daun majemuk tidak akan lagi terbentuk namun akan tumbuh melebar dan berubah menjadi phyllode yang berbentuk tulang daun paralel sepanjang 25 cm dan lebar 10 cm.

Bunga akasia berbentuk kecil seperti paku berwarna putih atau krem dan berjumlah banyak. Saat memar, bunganya akan lebih mirip sikat botol. Sedangkan biji akasia berwarna hitam mengkilap dengan bentuk beragam. Bijinya bisa berbentuk longitudinal, oval, elips hingga lonjong berukuran 3-5 mm x 2-3 mm.

Persebaran Pohon Akasia

Tumbuh secara alami, akasia dapat ditemukan di hutan tropis lembab di Australia bagian timur dan Papua Nugini. Di Indonesia, pohon ini banyak tumbuh di Kepulauan Maluku dan kawasan timur Indonesia. Akasia juga dikenal di Malaysia sejak tahun 1960 hingga negara lain seperti Bangladesh, Thailand, Filipina, Cina, India dan Srilanka.

Baca Juga :  Pohon Angsana, Inilah Kegunaan dan Cara Membudidayakannya

Hingga tahun 2005, diperkirakan ada sebanyak 1.300 spesies pohon akasia yang tersebar di seluruh dunia. Dari seluruh jumlah 3, sebanyak sekitar 960 spesies merupakan flora asli Australia. Data ini menunjukkan bahwa akasia tersebar di banyak wilayah di dunia dan mudah sekali menemukan pohon jenis ini.

Banyaknya pertumbuhan akasia di seluruh dunia dikarenakan pohon ini begitu mudah beradaptasi. Bahkan pohon ini mampu tumbuh di tanah yang minim unsur hara, di padang alang-alang, tanah bekas tebangan, tanah-tanah erosi, tanah berbatu, hingga tanah aluvial.

Pohon lain dari genus Acacia bisa hidup di daerah dengan curah hujan antara 1500-4000 mm per tahun. Namun pohon akasia dapat ditemukan di daerah dengan iklim kering dan curah hujan yang lebih rendah. Itu membuktikan bahwa akasia memiliki kemampuan yang bagus untuk bertahan di antara sejenisnya.

Manfaat dan Kegunaan

Manfaat Pohon Akasia
Sumber gambar : pixabay.com

Pohon berbatang besar dan kuat menjadi bahan dari alam yang banyak dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Tak terkecuali akasia yang dikenal dengan karakteristiknya yang kokoh serta bisa dibentuk menjadi apa saja. Inilah manfaat dan kegunaan akasia di berbagai bidang kehidupan.

1. Mencegah Longsor

Semua jenis pohon memiliki peran penting untuk lingkungan termasuk mencegah bencana longsor. Begitu juga dengan pohon akasia yang mampu menghambat erosi. Bahkan akasia disebut sebagai pohon pengendali longsor sehingga banyak dimanfaatkan untuk program penghijauan.

Dalam mencegah bencana longsor, akasia yang merupakan vegetasi berfungsi sebagai penghalang air langsung ke tanah. Keberadaan pohon ini juga berguna untuk menambah kandungan bahan organik tanah sehingga erosi semakin bisa diminimalisir.

2. Peneduh Jalan

Pohon peneduh jalan harus memiliki batang besar, cabang tidak mudah patah, berkanopi rindang serta buah yang tidak terlalu besar. Karakteristik itu dimiliki pohon akasia serta kelebihan lainnya yang menjadikannya cocok sebagai pohon peneduh jalan. Selain itu, akasia juga berumur panjang serta tidak mengandung zat berbahaya.

Alasan lain yang membuat akasia banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan adalah cabang yang tidak mudah rontok. Karakter ini penting mengingat bahwa jalan merupakan tempat umum. Besarnya batang akasia juga memiliki kemampuan menyerap karbon 15,19 kg/tahun.

3. Bahan Obat-obatan

Akasia banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan untuk keluhan kolesterol tinggi, kanker, diabetes, radang gusi, luka mulut (stomatitis), faringitis dan ganggu pencernaan. Ternyata pohon akasia tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan perabotan saja.

Ekstrak daun akasia bermanfaat sebagai bahan antijamur atau antifungi terutama terhadap pertumbuhan Candida albicans. Habitat asli jenis jamur tersebut memang di dalam tubuh manusia. Biasanya jamur tersebut dapat berkembang biak di mulut, saluran pencernaan, anus, vagina dan bagian tubuh yang bersuhu hangat.

4. Bahan Pembuatan Mebel

Kegunaan lain dari pohon akasia adalah sebagai bahan pembuatan mebel. Akasia dipilih menjadi bahan baku pembuatan mebel karena kualitasnya yang tak kalah bagus dari jenis kayu komersial lainnya seperti mahoni dan agathis. Apalagi kedua jenis kayu tersebut semakin langka karena masa panennya yang sangat lama.

Baca Juga :  Pohon Asam, Dianggap Keramat dan Banyak Manfaat

Salah satu alasan akasia dijadikan bahan pembuatan mebel adalah karena warna aslinya yang indah. Coklat kekuningan kayu akasia mirip seperti warna tanin dengan serat yang tidak beraturan. Kayu akasia perlu di-finishing terlebih dahulu sebelum dibentuk menjadi mebel sehingga warna, serat dan teksturnya keluar.

5. Bahan Pembuatan Pulp

Sebelumnya, industri pulp memanfaatkan pohon dari hutan alam. Namun seiring waktu, pembuatan pulp menggunakan pohon dari hutan tanaman. Hutan tanaman merupakan hutan yang diperuntukkan secara khusus menyediakan bahan pembuatan pulp. Pohon akasia menjadi salah satu tanaman di hutan tanaman industri.

Akasia digunakan sebagai bahan pembuatan pulp karena sifatnya. Kayu ini memiliki serat dengan tingkat kekasaran yang sesuai. Serat yang demikian akan menghasilkan pulp dengan kualitas yang lebih baik karena serat mudah memipih sehingga menciptakan permukaan yang luas untuk serat yang saling terikat kuat.

6. Sebagai Konstruksi Bangunan

Pohon akasia juga banyak dimanfaatkan untuk konstruksi bangunan. Kekuatan kayu akasia yang bagus mampu menghasilkan konstruksi bangunan yang kokoh. Apalagi kayu ini juga bisa lebih tahan lama sehingga membuat bangunan tetap berdiri tegak dalam waktu yang sangat lama.

Akasia yang dimanfaatkan sebagai konstruksi bangunan sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Seiring perkembangan zaman, popularitas kayu akasia mulai tergeser oleh bahan-bahan konstruksi bangunan yang siap pakai. Meski begitu, kayu akasia tetap bisa jadi pilihan untuk konstruksi bangunan yang ideal.

7. Bahan Pembuatan Papan Partikel

Pohon akasia ternyata memberikan manfaat yang menyeluruh. Tidak hanya kayunya yang bisa dimanfaatkan, limbah akasia juga masih bisa dijadikan benda penting seperti papan partikel. Bagian akasia yang bisa dimanfaatkan limbahnya adalah bagian kulit kayunya.

Limbah kulit kayu akasia yang dijadikan papan partikel bisa dicampur dengan limbah kulit kayu lainnya seperti sengon atau tanpa dicampur. Pada proses pembuatan papan partikel, limbah kulit kayu akasia dihancurkan hingga menjadi serbuk. Kemudian serbuk itu akan dicampur dengan perekat dan bahan lain sebelum dibentuk.

8. Diolah Menjadi Briket

Briket merupakan balok bahan yang dapat dibakar dan dijadikan bahan bakar memulai nyala api. Umumnya briket dibuat dari gambut, batu bara atau arang kayu. Namun ternyata pembuatan briket juga bisa dengan memanfaatkan limbah kulit kayu akasia.

Pembuatan briket dengan memanfaatkan limbah kulit kayu akasia merupakan terobosan baru. Pasalnya limbah kulit kayu akasia biasanya dijual dengan harga yang sangat murah. Dengan menjadikannya sebagai bahan pembuatan briket, serbuk kayu akasia jadi punya nilai ekonomis yang lebih tinggi.

9. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Akasia ternyata juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Karenanya pohon ini dipilih banyak petani untuk membuat tanah ladang mereka semakin subur. Pohon ini mampu berkompetisi dengan gulma secara agresif dan membuat tanah lebih subur.

Baca Juga :  Pohon Durian – Jenis, Kandungan Gizi, Manfaat, dan Cara Budidayanya

Akasia juga bisa mengatur nitrogen udara hingga meningkatkan aktivitas biologis tanah. Caranya dengan merehabilitasi sifat-sifat fisika dan kimia tanah. Dengan metode ini, tanah ladang bisa semakin subur tanpa harus mengganggu keseimbangan alam atau menimbulkan kerusakan.

10. Dijadikan Media Tanam Jamur

Kayu akasia yang sudah berbentuk serbuk juga dapat dimanfaatkan untuk media tanam jamur. Seperti diketahui bahwa jamur dapat tumbuh di media tanam yang sesuai seperti serbuk kayu. Biasanya serbuk kayu diisikan ke wadah khusus yang nantinya akan ditumbuhi jamur.

Dalam pembuatan media tanam, serbuk kayu akasia bisa dicampur dengan bahan lain. Komposisinya harus pas yaitu serbuk gergaji 80%, bekatul 10-15%, kapur CaCo 3%, dan air kurang lebih 40-60%. Media tanam yang ideal akan membuat jamur tumbuh subur dan meningkatkan hasil panen.

Budidaya Akasia

Budidaya Pohon Akasia

Karena memiliki kelebihan berupa kemampuan adaptasi yang baik, akasia tergolong mudah dibudidayakan. Dalam usaha budidaya, sistem silvikultur diterapkan yaitu sistem tenang habis. Oleh karena itu, akasia sebaiknya ditanam pada lahan yang sangat luas.

Kebutuhan lahan luas untuk budidaya akasia dimaksudkan agar usia pohon sama dan bisa tumbuh secara bersamaan. Tujuannya agar masa panen datang dalam satu waktu yang sama sehingga pohon bisa ditebang seluruhnya untuk kemudian ditanami kembali bibit yang baru.

Benih akasia didapat dari proses persemaian. Persemaian dilakukan dengan memilih biji akasia dengan ukuran yang sama kemudian mengeringkannya. Selanjutnya benih akan dipindahkan ke media persemaian berupa polybag atau rak persemaian. Media persemaian bibit akasia harus dibuat dengan bahan pilihan.

Penanaman bibit akasia sebaiknya dilakukan di awal musim penghujan yang tujuannya agar tidak perlu menyirami. Setelahnya, pohon akasia yang mulai tumbuh harus dirawat dengan baik. Untungnya, merawat akasia tidak terlalu rumit dan sulit. Pohon ini hanya harus dipupuk dan dipastikan tidak terserang hama.

Itulah penjelasan lengkap mengenai pohon akasia mulai dari kegunaan hingga cara dalam membudidayakannya. Dengan manfaat yang begitu banyak, juga dengan perawatan yang cukup mudah, akasia bisa dibudidayakan menjadi semakin banyak. Tujuannya agar lingkungan terhindar dari bencana dan manfaatnya meluas.

1.3/5 - (75 votes)

Leave a Comment