Pohon Durian – Jenis, Kandungan Gizi, Manfaat, dan Cara Budidayanya

Pohon durian menjadi jenis pohon penghasil buah yang berbentuk unik, bau khas, dan rasa nikmat. Buah dengan kulit berduri ini berasal dari Indonesia, seperti wilayah Kalimantan, Sumatera, dan juga Semenanjung Malaya. Kandungan gizi dan juga manfaat durian membuatnya dijuluki sebagai King of Fruit (Raja dari segala buah).

Beberapa orang tidak menyukai durian, karena aroma dan rasanya yang cenderung unik. Bahkan, mengonsumsi terlalu berlebihan dapat menimbulkan rasa mual dan juga pusing. Faktanya, durian dapat memberikan banyak manfaat, tidak hanya pada daging buahnya saja, tapi juga meliputi bagian lainnya.

Mari cari tahu lebih banyak mengenai pohon durian yang menyukai daerah lembab dan tumbuh di Asia Tenggara ini. Pembahasan berikut akan menerangkan taksonomi, morfologi, jenis, kandungan gizi, manfaat, dan cara budidaya dari pohon yang masuk kategori tanaman serbaguna.

Taksonomi Durian

Kingdom Plantae
Divisi Spermatohyta
Subdivisi Angiospermae
Kelas Dicotyledonae
Ordo Bombacales
Famili Bombacaceae
Genus Durio
Species Durio zibethinus

Morfologi Durian

Morfologi Pohon Durian
Sumber gambar : pexels.com

a. Akar

truktur kuat yang cocok untuk mencegah erosi pada lereng. Akar primer dan sekunder durian berfungsi menopang tanaman agar berdiri kokoh. Sementara akar tersiernya berfungsi memperluas bidang penyerapan air dan unsur hara di dalam tanah tanaman durian.

b. Batang

Berbentuk silindris dengan panjangnya yang dapat mencapai lebih dari 45 meter. Tumbuh tegak lurus ke atas dengan banyak cabang. Kulit batang kayu pohon durian berwarna coklat dengan tekstur kasar yang dapat mengelupas tidak beraturan secara terus-menerus.

c. Daun

Bentuknya lonjong, ujungnya lancip, dan pangkalnya yang bulat dengan tulang menyirip. Ukuran daun durian bervariasi, umumnya memiliki panjang sekitar 10 cm dan lebar 4 cm. Susunan daunnya berselang-seling dengan tangkainya yang pendek. Susunan warnanya hijau terang di bagian atas dan emas atau perak di bawahnya.

d. Bunga

Berbentuk mangkuk dengan mahkota bunga merah atau kuning keemasan. Kategori bunga durian sempurna, karena memiliki kelamin jantan dan betina. Tumbuh di cabang primer atau sekunder dengan bunga tunggal dengan tubuh berkelompok. Jenis penyerbukannya silang (nocturnal) dibantu kelelawar atau kumbang.

Baca Juga :  Pohon Aren, Kegunaan dan Cara Budidayanya

e. Buah

Pohon durian memiliki ukuran besar dengan kulit berduri yang tebalnya sekitar 1.5 hingga 2 cm. Warna kulit buahnya hijau kekuningan hingga coklat dengan bentuk bulat atau lonjong. Di dalamnya terdapat 1 sampai 7 ruang dengan jumlah 1 hingga 6 daging buah dengan aroma yang khas dan bijinya (arilus).

f. Biji

Bentuknya lonjong dan terdapat di dalam daging buah, dan memiliki serat halus di bagian ujungnya. Biji durian terdiri dari lapisan epidermis (luar) yang berwarna coklat kekuningan dan dermis (dalam) dengan warna putih. Biji durian dapat dimakan dan memiliki manfaat untuk kesehatan.

Jenis Durian Berdasarkan Kultivarnya

Jenis-Jenis Durian
Sumber gambar : pexels.com

Dikutip dari jurnal Herbarium Bogoriense, pohon durian tersebar dan hidup di seluruh dunia berjumlah 29 spesies. Di mana 20 diantara spesies durian ditemukan di wilayah Indonesia. Menariknya lagi, di Kalimantan terdapat 19 dari 20 spesies tersebut dan hanya tumbuh di sana.

Sementara di Sumatera terdapat 7 spesies, dan pulau lainnya hanya memiliki 1 spesies saja dari total 29 spesies durian tersebut. Pohon ini tersebar di berbagai wilayah nusantara, mulai dari Kalimantan, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi Selatan, hingga Papua. Negara luar yang turut membudidayakan durian, seperti Malaysia, Thailand, India, Birma, serta Pakistan.

Bahkan, Thailand tercatat sebagai negara penghasil dan pengekspor utama durian, karena sistem budidaya yang baik, serta menghasilkan jenis kultivar bermutu tinggi. Berikut ini jenis-jenis buah dengan rasa manis yang bertekstur lembek dari pohon durian kultivar terbaik.

1. Kultivar Unggul Nasional

  • Gapu: asal Puncu, Kediri, Jawa Timur
  • Hepe: daging tebal dan biji tipis
  • Kelud: asal Puncu, Kediri, Jawa Timur
  • Ligit: asal Kutai
  • Mawar: asal Long Kutai
  • Ripto: asal Trenggalek
  • Salisun: asal Nunukan
  • Sememang: asal Banjarnegara
  • Tong Medaye: asal Lombok, NTB
  • Bentara: asal Kerkap, Bengkulu Utara
  • Bido Wonosalam: asal Jombang, Jawa Timur
  • Perwira: asal Simapeul, Majalengka
  • Petruk: asal Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Jepara, Jawa Tengah
  • Soya: asal Ambon, Maluku
  • Sukun: daging tebal dan biji tipis
  • Sunan: asal Boyolali
  • Kani (Chanee): asal Bangkok
  • Otong (Monthong): asal Bangkok

2. Kultivar Ras Lokal (Belum Terseleksi Keunggulan Varietasnya, tapi Rasanya Enak)

  • Durian Parung
  • Durian Lampung
  • Durian Jepara
  • Durian Palembang
  • Durian Padang
  • Durian Merah Banyuwangi

3. Kultivar Unggul Malaysia (Durian Unggul dengan Kode D)

  • D24
  • D99
  • D123
  • D145
  • D158
  • D159 (Monthong)
  • D169
  • MD-UR 888 (Durian Terbaik di Dunia)

Kandungan Gizi 100 Gram Durian

Nutrisi 3.5 oz
Energi 615 kJ (147 kcal)
Karbohidrat 27.09 g
Serat pangan 3.8 g
Lemak 5.33 g
Protein 1.47 g
Air 65 g
Vitamin C 19.7 mg (33%)
Kalium 436 mg (9%)

Manfaat Pohon Durian

Sumber gambar : flickr.com

Pohon durian ini memiliki setiap bagian yang ternyata menawarkan banyak manfaat. Tidak heran, dunia menjulukinya sebagai King of Fruit yang memberikan kenikmatan dan juga kesehatan, jika dikonsumsi secukupnya. Berikut ini manfaat dari setiap bagian durian.

1. Buah Durian

Kandungan antioksidan durian melindungi tubuh dari radikal bebas. Serat durian mampu menurunkan kadar kolesterol, baik untuk peredaran darah, dan jantung. 1 buah durian memiliki kalium 436 mg yang dapat menjaga kesehatan otot, tulang, saraf, gigi, serta pembuluh darah.

Baca Juga :  Pohon Balsa yang Ringan Namun Kuat dan Kokoh

Buah yang berasal dari pohon durian ini juga mengandung sekitar 150 kalori yang dapat menambah energi tubuh. Kandungan vitamin C durian diyakini dapat menghambat proses penuaan dini. Asam folat dan zat besi pada buah durian cocok bagi penderita anemia. Kandungan vitamin B6 buah durian dapat meredakan stres.

2. Biji Durian

  • Di bidang pertanian digunakan untuk regenerasi tanaman durian.
  • Di bidang kesehatan sebagai sumber energi dan tenaga, karena memiliki kandungan sari pati tinggi yang setara dengan nasi dan jenis ubi-ubian.
  • Di bidang kuliner dimanfaatkan untuk jadi camilan yang direbus, atau diolah jadi keripik yang dapat dijadikan ladang bisnis.

3. Kulit Durian

Pohon durian identik dengan kulit buahnya yang berduri dan memiliki banyak manfaat, seperti menghilangkan bau menyengat pada mulut dan tangan setelah konsumsi buahnya. Kulit durian juga dapat dijadikan anti nyamuk, obat sembelit, sakit perut, bisul, dan lainnya.

4. Daun Durian

Fungsi utama daun durian sebagai sumber respirasi dan juga fotosintesis. Daun durian dapat direbus dan airnya dijadikan obat herbal untuk mengatasi kelebihan berat badan, melancarkan pencernaan, dan menjadi bahan makanan. Selain itu, getah daun durian juga dapat mengobati cantengan.

5. Bunga Durian

Bagian bunga durian ini banyak dimanfaatkan pada bidang kesehatan, seperti mengobati jamur pada kulit atau dijadikan pbat kumur, menurunkan berat badan, mengobati cantengan, melancarkan pencernaan, dan juga dapat dijadikan obat luka.

6. Akar Durian

Ambil sedikit akar durian, bersihkan, direbus, lalu diminum dapat menyembuhkan flu dan demam.

Budidaya Durian

Budidaya Durian
Sumber gambar : flickr.com

a. Syarat Tumbuh Durian

  • Ketinggian 100 hingga 500 mdpl.
  • Jenis tanah grumosol dan andosol dengan pH 5-7 (optimal pada pH 6-6.5).
  • Lahan perkebunan durian dilengkapi drainase dengan kedalaman air tanah sekitar 50-150 cm dan 150-200 cm.
  • Curah hujan untuk budidaya pohon durian lebih dari 2000 mm per tahun.
  • Intensitas cahaya tanam durian antara 40%-50% dengan suhu 22º-30º C.

b. Bibit Durian

  • Bibit generatif: biji yang berasal dari buah durian matang pohon, dengan ciri bulat dan besar. Tanam di polybag ukuran 1 liter dan siram secara rutin selama 6 sampai bibit durian siap tanam.
  • Bibit vegetatif durian diperoleh dari teknik okulasi.

c. Tanah Tanam Durian

  • Tanah budidaya durian wajib bebas dari rumput, sisa akar, dan tanaman liar.
  • Pengolahan lahan durian sebaiknya dilakukan sebelum musim penghujan.

d. Penanaman Durian

  • Jarak tanam durian sekitar 10 x 10 meter atau 12 x 12 meter.
  • Lubang tanam durian 80 x 80 x 40 cm atau 70 x 70 x 70 cm.
  • Masukkan sekitar 40 kg pupuk kompos di setiap lubang.
  • Lakukan penanaman durian pada sore hari dengan jarak 5 cm di atas pangkal batang dan ikat ke bambu agar tanaman tumbuh tegak.
  • Berikan naungan untuk bibit baru durian dan bongkar ketika pohon durian berusia 3 sampai 5 bulan.
  • Tutupi tanah di sekitar tumbuhnya durian dengan jerami untuk menjaga kelembabannya.
Baca Juga :  Pohon Kelapa - Morfologi, Persebaran, hingga Tahapan Budidaya

e. Pemeliharaan Durian

  • Siram tanaman durian (pagi dan sore) dan siangi agar terhindar dari ancaman gulma.
  • Berikan pupuk NPK (15:15:15) sesuai tahapan pertumbuhan durian. 1 tahun (40 hingga 80 gr per pohon per tahun), 2 tahun (150 hingga 300 gr per pohon per tahun), 3 dan 4 tahun (400 hingga 600 gr per pohon per tahun).
  • Pupuk kompos diperlukan tanaman durian setahun sekali (akhir musim hujan) sekitar 15 sampai 20 kg per pohon.
  • Pemberian pupuk setelah durian berbuah: saat pemangkasan (pupuk organik 40-60 kg, urea 670 gr, SP-36 890 gr, KCl 530 gr), saat pucuk menua (pupuk urea 335 gr, SP-36 445 gr, KCl 265 gr), 2 bulan setelahnya (pupuk urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr)
  • Pemberian pupuk saat muncul bunga baru durian (pupuk urea 45 gr, SP-36 225 gr, KCl 100 gr), dan 1 bulan sebelum panen (pupuk urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr)

f. Pemangkasan Durian

  • Pemangkasan akar dilakukan agar pohon durian cepat berbuah, lebih keras dan tahan lama.
  • Tanaman durian yang sudah berusia 1 tahun akan dilakukan pemangkasan bentuk dengan mempertahankan satu batang primer.
  • Tanaman durian yang sudah berbuah untuk pertama kalinya memerlukan pemangkasan pemeliharaan.

g. Penyerbukan Buatan Durian

Lakukan penyerbukan buatan durian pada pukul 19.00 sampai 21.00 dengan mengoleskan serbuk sari ke kepala putik menggunakan kuas.

h. Penjarangan Buah Durian

  • Penjarangan mekanis: ukuran buah durian seperti bola tenis, caranya sisakan setiap dompol 1-2 buah yang bentuknya normal dengan jarak antara dompol sekitar 20-30 cm.
  • Penjarangan kimiawi: semprotkan hormon Auxin A saat bunga atau bakal buah durian berusia 1 bulan.

i. Hama dan Penyakit Durian

  • Lakukan pengasapan dibawah tanaman durian pada sore hari.
  • Kubur atau musnahkan buah durian yang terserang hama.
  • Gunakan Ventura sp. sebagai musuh alami penggerek buah durian.

j. Panen Durian

Ciri buah durian siap dipanen meliputi ujung duri kulit buah warnanya kecoklatan, memiliki warna garis antara duri jelas dan kontras, ruang tungkai membesar, aroma semerbak, dan buah durian yang dipukul terdengar gema.

Itulah pembelajaran lengkap mengenai pohon durian dan manfaat hingga cara membudidayakannya. Setiap bagian dari tanaman durian ini dapat memberikan khasiat apabila dikonsumsi tanpa berlebihan. Pastikan penderita diabetes tidak memakan buah durian.

5/5 - (1 vote)

Leave a Comment