Pohon Gaharu : Ciri-Ciri, Manfaat, dan Cara Budidaya

Beberapa orang mungkin masih merasa asing dengan pohon Gaharu. Hal ini karena tumbuhan tersebut menjadi salah satu kayu dari jenis pohon termahal di dunia. Karena memiliki nilai jual yang sangat tinggi, akhirnya banyak masyarakat yang mulai membudidayakannya di berbagai tempat.

Jika dibandingkan dengan kayu jati, usia panennya relatif lebih cepat. Gaharu bisa dipanen pada usia 5 tahun. Biasanya, pada usia tersebut, diameter rata-rata batang mencapai 40 cm hingga 60 cm dengan ketinggian yang mencapai 40 m.

Kayu Gaharu sendiri banyak diminati oleh berbagai negara di timur tengah, mulai dari Oman, Turki, Arab Saudi, Palestina, dan lain sebagainya. Dalam dunia perdagangan, pohon tersebut dikenal dengan nama eaglewood, aloeswood, dan agarwood.

Mengenal Sekilas Pohon Gaharu

Gaharu adalah kayu yang berwarna kehitaman dan mengandung resin khas dari spesies pepohonan marga Aquilaria dan Gyrinops. Kandungan resin dari tumbuhan tersebut berbau harum sehingga banyak dimanfaatkan dalam industri parfum dan setanggi.

Keberadaan kayu Gaharu masih jarang dan sulit ditemukan. Wajar saja jika harganya sangat mahal. Apalagi kayu dari tumbuhan itu memiliki keunikan, yaitu pada umur 25 tahun, secara alami pohon akan terserang penyakit pada bagian gubal kayu.

Penyebabnya adalah jamur Fusarium sp yang menjadikan gubal Gaharu memiliki wangi khas berbeda. Kayu gubal ialah kayu yang masih muda di mana bagiannya terdiri dari sel-sel yang masih hidup dan terletak di sebelah dalam kambium. Fungsi kayu gubal yaitu penyalur cairan dan tempat penimbunan zat makanan.

Taksonomi

Kingdom Plantae
Divisi Angiosperms
Kelas Dycotyledon
Ordo Malvales
Famili Thymelaeaceae
Genus Aquilaria
Species Aquilaria spp

Morfologi dan Karakteristik Pohon Gaharu

Kayu Gaharu memiliki ciri berupa aromanya yang khas. Pohon ini memiliki daun yang lancip atau meruncing di bagian ujungnya. Buah yang dihasilkan memiliki bentuk bulat oval. Ukurannya mencapai 3 cm hingga 5 cm dengan warna kemerahan. Permukaan kulitnya tampak berbulu.

Bunga dari jenis Gaharu bisa tumbuh di bagian atas ketiak daun, di bawah ketiak daun, atau pada bagian ujung ranting. Bunganya memiliki warna hijau atau kuning. Sementara bagian batangnya tidak berbanir, lurus, dan sifat kayunya keras. Tampak bagian kulitnya yang berwarna cokelat keputihan dengan tekstur halus.

Batang Kayu Pohon Gaharu
Sumber gambar : auram.org

Tajuknya tampak membulat dengan pencabangan horizontal. Kayu Gaharu yang baik akan memiliki ciri, yaitu bagian gubalnya berwarna hitam pekat merata. Ciri lainnya adalah beraroma harum saat dipotong atau disayat.

Baca Juga :  Mengenal Pohon Jamblang, Pohon yang Mirip Buah Anggur

Sementara kayu Gaharu yang kualitas rendah, gubal kayu akan berwarna kecokelatan. Aromanya pun tidak sekuat dengan kayu Gaharu berkualitas tinggi.

Persebaran dan Habitat Pohon Gaharu

Sumber gambar : taxresidents.com

Pohon tersebut secara alami tersebar di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Jenis marga Aquilaria malaccensis persebarannya meliputi daerah India, Cina, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Singapura, Burma, Filipina, dan New Guinea.

Sementara untuk genus gyrinops tersebar di Sulawesi, Maluku, Papua, Sri Lanka, dan kepulauan Sunda Kecil. Memiliki daya nilai jual yang tinggi, maka laju deforestasi juga tak kalah tingginya. Status kelangkaan dari IUCN Redlist, yaitu Vulnerable atau status yang menunjukkan risiko rentan dari kepunahan.

Manfaat Tumbuhan Gaharu yang Masih Jarang Diketahui

Memiliki daya nilai dan kualitas tinggi membuatnya banyak diincar oleh masyarakat. Tak heran jika manfaatnya pun sangat beragam, baik untuk kehidupan atau pun untuk kesehatan. Berikut beberapa manfaat dari tumbuhan Gaharu.

1. Bahan Utama untuk Membuat Perabotan

Biasanya, kayu jati menjadi bahan yang paling umum digunakan dalam membuat perabotan. Namun, ada pula kayu yang digunakan dan kualitasnya lebih baik dibandingkan kayu jati. Salah satunya adalah kayu Gaharu yang cocok menjadi bahan pembuatan furnitur.

Hal ini karena kayu dari tumbuhan tersebut adalah jenis kayu yang kuat, kokoh, dan anti rayap. Dari segi kualitas, kayu dari pohon Gaharu tahan akan rayap sehingga bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama. Namun, harga perabotan Gaharu lebih mahal dibandingkan dengan kayu jati.

2. Bahan Utama Pembuatan Parfum

Pernahkah Anda mencoba parfum yang aromanya kayu? Aroma kayu atau wood biasanya berasal dari minyak kayu Gaharu. Jadi, selain bisa digunakan sebagai bahan pembuatan perabotan berkualitas, manfaat tumbuhan tersebut juga bisa untuk parfum.

Namun, nyatanya tidak semua kayu Gaharu bisa digunakan untuk pembuatan parfum. Hanya pohon Gaharu dengan kayu berwarna gelap saja yang bisa digunakan untuk parfum.

Hal ini karena kayu gelap mengandung resin yang mengeluarkan aroma wangi. Sementara kayu yang warnanya pucat tidak memiliki aroma apa pun sehingga lebih cocok digunakan sebagai bahan pembuatan furnitur atau perabotan.

3. Digunakan Sebagai Dupa

Kayu Gaharu menjadi bahan utama dalam pembuatan dupa. Biasanya, jenis kayu yang digunakan untuk membuat dupa bukanlah kayu yang berukuran besar, tapi hanya serpihan kayu.

Nantinya kayu gaharu dipanen dengan cara memisahkan bagian yang gelap dan pucat. Proses pengerjaannya biasanya menggunakan tangan. Terkadang, proses tersebut menghasilkan serpihan kayu yang akhirnya dibuat menjadi dupa.

Meski hanya berupa serpihan, tapi serpihan dari kayu pohon Gaharu memiliki aroma yang harum. Aromanya akan tetap bertahan meski sudah diubah menjadi dupa. Itulah kenapa saat dupa dibakar akan tercium aroma yang wangi.

Baca Juga :  Pohon Bidara, Ciri-ciri dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Biasanya dupa banyak digunakan untuk berbagai tradisi dan ritual keagamaan. Aromanya yang wangi dipercaya bisa menyucikan tempat upacara atau alat ibadah lainnya. Selain serbuk, kayu dari tumbuhan tersebut digunakan untuk bahan baku pembuatan tasbih.

4. Bermanfaat Bagi Kesehatan

Siapa sangka, ternyata tumbuhan Gaharu bisa memiliki manfaat untuk kesehatan manusia. Daun dari tumbuhan tersebut bisa diolah menjadi kopi atau teh. Teh dari daun Gaharu dipercaya bagus untuk penderita asma, diabetes, dan kanker prostat.

Sementara kopinya bisa membantu untuk mengatasi gangguan tidur. Tak hanya itu saja, minyak dari pohon Gaharu biasanya digunakan untuk membantu melancarkan peredaran darah.

5. Bahan Pengawet

Selain untuk bahan pembuatan parfum, tumbuhan ini juga bisa digunakan akan untuk produk kosmetika. Kandungan zat antimikroba dan antitoksin digunakan sebagai bahan pengawet aksesoris oleh negara Cina, Korea, Taiwan, dan Jepang. Sementara bangsa Mesir Kuno menjadikan Gaharu sebagai pengawet untuk mumi.

Cara Budidaya Pohon Gaharu

Budidaya Pohon Gaharu
Sumber gambar : shopify.com

Secara alami, tumbuhan Gaharu akan menghasilkan minyak saat berumur 25 tahun akibat pertahanan diri dari serangan jamur. Mengingat status kelangkaannya pada kondisi rentan punah, maka perlu upaya untuk melestarikan pohon agar tidak punah. Berikut ini cara yang bisa dilakukan agar bisa menghasilkan kayu berkualitas.

a. Pemilihan Bibit

Salah satu cara untuk mendapatkan bibit Gaharu yang berkualitas adalah dari persemaian yang juga berkualitas. Bisa dengan langsung membeli ke penjual bibit pohon agar bisa memilih dan mencari informasi mana kualitas bibit yang baik.

Ciri yang bisa diketahui dari bibit siap tanam dan berkualitas baik, yaitu diameternya sekitar 1 cm. Akar tanamannya tidak menembus plastik polybag. Jika dilihat bagian daunnya maka terlihat segar dan tidak layu.

Selain itu, bibit belum memiliki jaringan kayu yang dominan pada batang. Tingginya mencapai 20 cm hingga 30 cm dengan jumlah daun serta tinggi batang proporsional. Bibit tersebut harus diperlakukan dengan baik, apalagi saat pemindahan atau pengangkutan bibit pohon Gaharu.

Perlakuan yang mengesampingkan keamanan bibit akan menurunkan kualitasnya. Pastikan juga tanah dalam polybag harus selalu lembap tapi tidak tergenang air dan kepadatan tanah baik. Hindari bibit terkena paparan sinar matahari langsung dan tidak terkena hujan secara langsung.

b. Memperhatikan Kualitas Lahan Tanam

Hal yang harus diperhatikan lainnya saat akan membudidayakan Gaharu adalah lahan tanam. Lahan tanam bisa disesuaikan dengan jumlah bibit. Penentuan jumlah bibit bisa ditentukan dengan berpegangan pada jarak tanam pohon, yaitu 3 m × 3 m. Apabila lahannya 1 hektar, maka jumlah bibit yang diperlukan mencapai 1.111 bibit.

Perhatikan juga jenis tanah yang digunakan untuk menanam pohon. Tanah yang sesuai untuk budidaya pohon Gaharu adalah tanah subur yang cukup akan unsur hara. Selain itu, pori-pori tanah baik, tekstur proporsional, tingkat aerasi baik, pH tanah netral, hingga dekat dengan sumber air untuk penyiraman pohon.

Baca Juga :  Pohon Bintaro: Habitat, Bahaya, dan Manfaat Lengkap

c. Mempersiapkan Media Tanam

Sebelum melakukan penanaman, media tanam yang perlu disiapkan adalah paling lambat 2 minggu sebelum masa tanam. Pembuatan lubang tanam bisa dilakukan lebih awal agar lubang memperoleh pasokan unsur hara yang cukup. Ukuran lubang tanam sekitar 3m × 3cm × 3m.

Ukuran lubang tanam juga bisa disesuaikan dengan jenis Gaharu yang akan ditanam nantinya. Sama seperti pada tumbuhan umumnya, polybag bibit harus dilepaskan dengan hati-hati. Setelah itu, bibit akan ditempatkan pada lubang tanam dan ditimbun menggunakan tanah gembur.

Cara menambah kandungan unsur hara dalam tanah bisa dilakukan menggunakan pupuk organik tambahan, seperti NPK dengan takaran 20-30 gram pada setiap lubang. Apabila keasaman media tanam rendah atau di bawah pH 5, berikan kapur dolomit sekitar 100 gram di setiap lubang tanam.

d. Naungan Pohon Gaharu

Ada baiknya sebisa mungkin dihindarkan dari penguapan yang berlebihan. Oleh karena itu, pemberian naungan bisa dilakukan, seperti jerami, dedaunan, atau dari plastik.

Naungan yang baik tidak menutupi sinar matahari secara keseluruhan karena pohon tetap membutuhkan sinar matahari dalam proses fotosintesis. Tumbuhan Gaharu bisa ditanam pada pertengahan musim hujan karena membutuhkan cukup air dan sinar matahari untuk tumbuh.

e. Perawatan Gaharu

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk perawatan umum, seperti penyiangan, penyulaman, pemangkasan, dan perlindungan pohon dari hama. Penyiangan dibutuhkan agar pohon bisa tumbuh secara optimal tanpa harus memperebutkan unsur hara dalam tanah dengan tumbuhan lain.

Penyulaman dilakukan untuk mengganti semai yang mati agar hasil panen tetap optimal. Sementara pemangkasan dilakukan untuk mengurangi batang yang tumbuh ketika pohon masih pendek. Tujuannya agar pohon Gaharu menghasilkan kayu panjang, besar, dan lurus.

Perlindungan hama bisa dilakukan dengan cara memantau pertumbuhan dan keadaan sekitar tanaman. Pemberian pestisida bisa dilakukan dan menyesuaikan hama yang menyerang. Sering kali Gaharu diserang ulat Lepidoptera saat musim kemarau.

Setelah mengenal banyak tentang pohon Gaharu, mulai dari ciri, manfaat, hingga cara budidayanya, apakah tertarik untuk menanamnya? Atau Anda tertarik untuk mencoba parfum yang berasal dari tumbuhan ini?

5/5 - (6 votes)

Leave a Comment